Kamis, 26 Januari 2012

KEIDEALISAN GERAKAN MENUJU KESATUAN ISLAM


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Islam sejak kemunculannya pertama hingga hari ini telah berumur empat belas abad. Sepanjang rentang waktu itu islam mengalami pasang surut peradaban. Rasululloh pernah menengarai bahwa umat islam setidaknya akan mengalami lima periode dalam perjalanannya hingga hari kiamat nanti.
 “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).
Perkembangan gerakan Islam kontemporer begitu marak setelah selesainya era perang dunia, hal ini ditandai dengan dimulainya keterlibatan mereka dalam kebijakan politik dan pemerintahan negara-negara muslim. Meski tidak semua negara muslim bisa mengakomodasi sepenuhnya dengan gerakan ini, tetapi beberapa contoh di lapangan seperti Sudan, Palestina, Turki dan Indonesia menunjukkan bahwa kelangsungan dan eksistensi gerakan Islam tetap diakui dan dibutuhkan. Namun permasalahan yang melingkupi gerakan Islam kontemporer juga senantiasa berulang dan seolah tak pernah habis oleh perkembangan zaman. Karenanya, menjadi kewajiban bagi pemuda Islam untuk melihat dan mengkaji apa yang sebenarnya di alami oleh gerakan Islam kontemporer, agar bisa mengambil pelajaran sekaligus solusi yang tepat untuk menyelesaikanny
1.2       Rumusan Masalah
1.         Mengapa timbul perbedaan gerakan antar tokoh?
2.         Bagaimana pergerakan tokoh-tokoh islam kontemporer?
3.         Apakah perbedaan gerakan berdampak pada gerakan islam masa kini?
1.3       Tujuan Penulisan
1.      Memahami alasan timbulnya perbedaan gerakan antar tokoh
2.      Memahami pergerakan tokoh-tokoh islam kontemporer
3.      Memahami dampak perbedaan gerakan pada gerakan islam masa kini





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Gerakan Tokoh-Tokoh Kontemporer
Kondisi pemerintahan yang semaikin mengigit menimbulan berbagai aksi dari berbagai elemen masyarakat, pun demikian dengan agama islam dengan umat islam yang sering mendapatkan hujatan, fitnahan dari berbagai pihak. Hukum-hukum islam mulai disamarkan, Undang-undang berlandaskan syari’at islam sedangkan pelaksanaan nya jau sekali dari hal itu.
Perang yang terjadi hari ini bukan lagi perang fisik bersambut pedang tapi sudah ke perang ideologi. Jahiliyyah hari ini dalam serangannya terhadap Islam dan para pendakwah menggunakan segala senjata yang menghancurkan, senjata dalam bentuk pembunuhan, pengurungan, penyiksaan atau pembuangan. Fitnah, khianat, tashkik usaha untuk timbulkan keraguan) dan tuduhan dalam berbagai bentuk dan rupa adalah di antara cara-cara yang dilakukan oleh jahiliyyah moden untuk memukul Islam dan menghapuskna para pendakwah di setiap tempat.
Propaganda dari gerakan gerakan zionisma, freemason, komunisma dan missionary Kristian dan gerakan-gerakan lain yang sudah mempengaruhi bahkan merubah sistem internasional harus menjadi agenda jihad yang tak bisa terelakan. Keadaan dunia yang dilanda krisis pengetahuan, idealisme sehingga mengakibatkan umat muslim sendiri kebingungan mencari jati diri kemuslimannya. Bumi palestina bahkan akan menjadi saksi bahwa betapa mengigitnya ketika umat islam di zaman mengigit.
Q.S At taubah ayat 123



Alasan-alasan ini dan lain-lain alasan membuktikan bahwa  perlu terwujudnya sebuah harakah Islamiyyah ‘Alamiyyah yang mempunyai peringkat persediaan yang sama dalam pertembungan dengan musuh Islam dan segi pemikiran, organisasi, perencanaan dan persediaan.
2.2         Studi Pemikiran pergerakan islam
a.         Kaum Salaf
Kaum salaf beranggapan bahwa mereka bukanlah orang yang muqallid (bertaklid) dan bukan pula orang yang bodoh dan sombong pun tidak mengklaim dirinya sebagai orang yang mampu berdiri jauh di seberang atsar para sahabat, tabi’ien dan para ulama dan pemimpin ummat yang telah mengemban missi dan menyampaikan agama yang lurus ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, sejak awal kelahiran islam yang terus berlanjut sampai saat ini. Kaum salaf memiliki prinsip-prinsip gerakan yang fundamental. Yakni :
Pertama; Tauhid, beriman terhadap Asma(nama-nama) dan sifat-sifat Alloh sesuai dengan kemahasucian dan Keluhuran-Nya tanpa membuat penafsiran-penafsiran baru, inti dari ketauhidan kaum salaf adalah menegaskan sikap para ulama salaf yang tetap kokoh mengimani sifat-sifat dan asma Allah, sebagaimana yang tersurat di dalam kitab Nya dan perkataan Rasul Nya SAW, baik berupa hadis yang mutawatir maupun aahad (hadis yang diriwayatkan oleh satu orang atau satu kelompok tertntu) dan dinyatakan sebagai hadis shaih.
Kedua; mengesakan Allah dalam beribadat.
Ketiga; hanya beriman kepada Allah SWT-bukan selain Nya-

b.        Jemaah Tabligh
Dari segi sejarahnya, gerakan Jamaah Tabligh diasaskan oleh Maulana Muhammad Ilyas (1885-1944). Beliau dilahirkan dan dibesarkan di Kandhela serta menerima pendidikan awalnya di Kuttab sekitar tahun 1896 bersama-sama abangnya Muhammad Yahya
Faktor utama kemasyhuran Maulana Muhammad Ilyas al-Kandahlawi adalah terletak kepada gerakan Islam yang diasaskan olehnya iaitu Jamaah Tabligh. Sejarah kemunculan gerakan ini bermula di Mewat apabila beliau menubuhkan madrasah-madrasah untuk mendidik orang-orang di situ. Tetapi oleh kerana kurang sambutan maka dibentuknya sebuah jemaah yang bertugas untuk bertabligh dan melawat tempat-tempat tertentu selama beberapa hari. Selepas kematian abangnya iaitu Muhammad Yahya, pusat kegiatannya lalu berpindah ke Masjid Bangle Wali, Nizamuddin, New Delhi. Semenjak inilah gerakan Jamaah Tabligh terkenal ke seluruh India.
Uslub ini digunakan oleh para pendakwah secara individu atau secara jamaah dalam satu jamaah tabligh. Jama’ah Tabligh mewajibkan para pengikutnya mengorbankan waktu tertentu bagi menunaikan tanggugjawab ini, satu jam dalam seminggu, sehari dalam sebulan atau sebulan dalam setahun, di mana mereka berdakwah di seluruh watan Islam
Menurut ajaran Maulana Muhammad Ilyas, terdapat prinsip-prinsip ajaran yang tertentu yang harus dijadikan pegangan asas. Yang pertama sekali ialah prinsip Iman, atau disebut sebagai kalimah Tayyibah sahaja. Yang dimaksudkan dengan Kalimah Tayyibah di sini ialah "La ilaha iIlallah, Muhammad Rasulullah" iaitu tiada Tuhan yang lain melainkan Allah, Muhammad itu pesuruh Allah. Seseorang itu bukan sahaja harus melafazkannya selalu, malah perlu memahami pengertian dan falsafah yang terkandung di dalamnya. Dengan menyebutnya selalu dia bukan sahaja mendapat pahala, bahkan dapat mengelakkannya dari menyengutukan Allah dan perbuatan-perbuatan mungkar.

c.         Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.
Hizbul Tahrir percaya operasi melepaskan umat dan penyakit mereka ialah dengan mengembalikan mereka percaya kepada kebenaran pemikiran dan hukum-hukum Islam. Caranya ialah dengan melalui revolusi pemikiran politik yang dapat menghancurkan pemikiran batil dan hukuman yang safah. Pandangan golongan Islam terhadap Hizbul Tahrir adalah berbagai ragam. Ada yang meragui tentang asas penubuhan parti tersebut, serta meragui matlamat dan tujuannya. Di mana mereka menganggap tertubuhnya parti itu bertujuan untuk mengacau fikiran orang ramai dan meragukan mereka terhadap gerakan-gerakan Islam yang mendahuluinya, atau sekurang-kurangnya menimbulkan keraguan tentang peribadi peribadi dalam gerakan-gerakan terdahulu.

d.        Ikhwanul muslimin
Al-Ikhwanul muslimun (ikhwanul muslimin) adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,
Beberapa prinsip yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya saw yang harus dipegang teguh oleh insan muslim, rumah tangga Islami, masyarakat Islami, negara dan umat Islam adalah:
1.      Rabbaniyah; segala orientasi individu, sosial atau negara, segala perbuatan, perilaku, pandangan dan politik harus berkomitmen dengan apa yang diridhai Allah, mentaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
2.      Menjaga jati diri manusia dari hal-hal yang dapat membuat Allah murka, mulia dari segala yang rendah, dan berusaha menggapai tingkat kesucian diri (ikhlas).
3.      Beriman pada hari berbangkit, hisab, pembalasan dan siksa.
4.      Bangga dengan ikatan ukhuwah sesama manusia dan melaksanakan hak-haknya.
5.      Perhatian dengan peran wanita dan laki-laki sebagai sekutu yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masyarakat, komitmen dengan kesempurnaan, persamaan, dan menegaskan akan pentingnya peran keduanya dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat.
6.      Kemerdekaan, kepemilikan dan musyarakah, hak untuk hidup, bekerja, dan mendapatkan ketenangan adalah hak mendasar setiap warga, di bawah naungan keadilan, persamaan dan undang-undang secara adil.
7.      Nilai-nilai dan akhlaq merupakan jaminan ketenangan dan tegas dalam memerangi kemungkaran, kerusakan dan pengrusakan.
8.      Kesatuan umat merupakan hakikat yang harus diwujudkan dan direalisasikan.
9.      Jihad merupakan jalan satu-satunya bagi umat.
10.  Umat yang berambisi menggapai ridha ilahi dalam perilaku dan perbuatan, politik dan orientasi, setiap individu bangga dengan ikatan ukhuwah yang dapat menyatukan dan menyambung tali persaudaraan di antara mereka, berusaha untuk hidup dengan bebas tidak pengkebirian dan penindasan, pemahaman yang utuh, kesadaran dan keseriusan dalam merealisasikannya.



2.3         Study kritis pergerakan islam kontemporer
Setiap pergeraka memiliki kekhasannya masing-masing
a.    Kaum Salaf
Kaum salaf identik dengan kesunnahannya sehingga kaum salaf senantiasa mempertimbangkan hadist dari hadist yang aahad hingga hadist sahih. Merunut pada prinsip-prinsip yang telah dikemukakan diatas konsekwensi dimasukkan ibadah dalam kajian teologi kaum salaf melahirkan tindakan praksis yaitu: pelnggaran mengangkat manusia  (hidup atau mati) sebagai perantara (wasilah) kepada Tuhan, larangan memberi nazar kepada kuburan atau penghuninya atau penjaganya, dan larangan ziarah kubur orang saleh dan para nabi. Kaum wahabi atau mereka lebih suka disebut kaum muwahhidin adalah penerus paham salaf versi madzhab Ahmad bin Hambal, yang sebelumnya telah dipopulerkan oleh Ibnu Taimiyyah.
Dasar keprihatinan yang mendorong lahirnya aliran ini kalau dilihat dari pokok ajaranya adalah upaya pemurnian kembali ajaran Islam sebagaimana mestinya yang diajarkan Rasulullah dengan jargon menegakkan sunnah dan memberantas bid’ah dan khurafat yang menimpa kaum muslimin yang diindikasikan sebagai sebab terjadinya kemunduran umat Islam.
Prinsip doktrinnya meliputi
(http://blog.sunan-ampel.ac.id/gussableng/files/2010/10/Kritik-Salafp.10.ppt):
—  Penyembahan kepada selain Allah adalah salah, dan bagi pelakunya wajib dibunuh.
—  Pencarian pengampunan Tuhan dengan mengunjungi makam orang saleh adalah musyrik.
—  Penyebutan kata penghormatan dalam salat terhadap nama nabi (misal kata: sayyidina) adalah musyrik.
—  Mempelajari dan mengajarkan suatu ilmu yang tidak bersumber pada al-qur’an dan sunnah atau hanya bersumber akal semata adalah kufur
—  Menafsiri al-qur’an melalui cara pena’wilan adalah kufur karena mengingkari kadar dalam semua perbuatan.
—  Dilarang memakai buah tasybih dalam berdzikir dan berdoa (wiridan), cukup menghitung dengan menggunakan keratan jari saja.
—  Sumber syari’at dalam soal halal dan haram hanya al-qur’an dan as-sunnah. Perkataan mutakallimin dan fuqaha’ tidak menjadi pegangan.
—  Pintu ijtihad terbuka bagi siapapun asal memenuhi syarat sebagai mujtahid.
Mengingat dasar keprihatinan doktrinnya yang purifikatif1 itu, maka nilai positif yang diperoleh umat Islam hanya sebatas normatif dan biasanya tidak tahan menghadapi perubahan karena pahamnya yang kurang akomodatif dan cenderung eksklusif. Disamping itu karena doktrin wahabi ini mengedepankan kemurnian ajaran, maka dalam kiprah dakwahnya mengakibatkan munculnya potensi konflik internal umat, yang menurut istilah Kang Jalaluddin Rakhmat akibat dari selalu mendahulukan fiqih daripada  akhlak

b.    Jemaah Tabligh
Di sampaikan oleh beberpa blog bahwasannya jamaah Tablig memang mempunyai program mulia, yaitu mengajak muslimin mengadakan perjalanan untuk berdakwah dan menasehati muslimin lainnya, namun sebagian besar mereka itu adalah orang awam yg tak memahami ilmu syariah, sehingalangkah baiknya bila sebelum mereka berdakwah, mereka mempelajari terlebih dahulu dasar dasar ilmu syariah yg primer, seperti cara shalat yg benar, rukun wudhu, hal hal yg membatalkan wudhu, dan hal hal dasar lainnya. namun sesekali bukan saya mengucilkan mereka, keinginan mereka berdakwah merupakan hal yg mulia, jauh lebih mulia dari masyarakat yg berpangku tangan dan acuh terhadap keadaan muslimin.


c.    Hizbut tahrir
Hizbut Tahrir dalam merealisasikan agendanya melalui penguasaan parlemen sehingga mampu mendirikan Negara Islam. Adapun piranti untuk sampai pada parlemen adalah; pertama, memusatkan perhatian pada upaya doktrinasi terhadap masyarakat tentang Islam (al-ihtimam bi al-‘amal al-tsaqafi/tastqif). Pada aspek ini, seperti pernyataan al-Nabhani sendiri dalamal-Takattul al-Hizby, Hizbut Tahrir jelas mengikrarkan pengabaian terhadap aspek etika dalam Islam, dan mengedepankan pemikiran dan pengetahuan tentang peradaban Islam. Kedua, memusatkan perhatian aktivitasnya dalam ranah politik (al-ihtimam bi al-‘amal al-siyasi). Dalam ranah politik, mereka berusaha sekuat mungkin untuk meruntuhkan aturan-aturan yang dibuat bukan dari asas islami. Dalam buku yang bertajuk Manhaj Hizb al-Tahrir, mayoritas Negara yang dihuni oleh umat Islam sekarang layak disebut Dar al-Kufr, karena mengadopsi hukum-hukum yang berasal bukan dari asas Islami dan tidak dibawah kontrol masyarakat Islam, sehingga timbula pemikiran-pemikiran tentang ekslusifisme dan keterpisahan dalam memahami islam.

d.    Ikhwanul Muslimin
Gerakan Ikhwan merosot dalam pertarungan politik walaupun masih kekal kewujudannya dan segi aqidah dan fikrah. Ujian-ujian yang menimpa gerakan Islam telah menjadikan sistem-sistem kufur menguasai negeri-negeri kaum Muslimin dan fahaman marxisma beroperasi merosakan akal dan fikiran manusia. Dengan itu kawasan negeri Arab yang dulunya mengamalkan kehidupan demokrasi yang mengizinkan kebebasan berpolitik telah hapus tanpa kembali lagi.
Sistem-sistem yang wujud di kawasan negeri Arab telah dipakaikan dengan pakaian dendam kesumat terhadap Islam dan kaum Muslimin. Pertentangan parti-parti politik bukan lagi sekadar perbincangan dan dialog ideologi tetapi sudah memasuki tahap pertumpahan darah. Itu semua faktor-faktor yang telah membekukan gerakan Islam dan menyekat perjalanannya. Berikutnya timbullah fenomena kesempurnaan dan kerosakan dalam hidup gerakan Islam. Selain daripada itu, kebanyakan harakah Islamiyyah di beberapa tempat telah surut ke belakang bila berhadapan dengan gelombang materialisma, yang membolehkan pula kuasa-kuasa Jahiliyyah di negara kaum Muslimin mengambil tempat dan memudahkan mereka sampai ke mercu kekuasaan. Kekuasaan yang dirampas itu dipergunakan untuk menyerang Islam secara umumnya dan untuk memukul gerakan Islam berleluasa sebagaimana yang telah berlaku.

2.4  Kondisi ideal kekinian
Dewasa ini perbedaan di setiap lini pergerakan menjadi salah satu aspek penyebab perpecahan ummat. Indonesia memiliki banyak organisasi islam seperti muhamadiyah, NU dsb. Rasululloh pernah Seperti yang dilansir oleh Nabi 1400 tahun yang lalu. Diriwayatkan  dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).
Gerakan yang tujuannya adalah Allah, kita tidak bisa menyalahkan fakta yang ada karena setiap pergerakan terletak pada strategi/jalan mencapai tujuan(Allah) kecuali ketika suatu jamaah sudah keluar dari rel dakwah yang telah ditetapkan, perbedaan itu kepastian, karena justru disanalah ujian jika kita merasa meliki saudara yang di lain firqoh/bani. Keadaan umat islam kini belum memiliki bendera yang sama sehingga hal itu lah yang menimbulkan perpecahan ummat islam. Idealnya berdakwah tanpa pandang kasta, berdakwah tanpa melihat dari sudut pandang jamaah, tali silaturahmi dan menhilangkan buruk sangka terhadap saudara sesama muslim merupakan hak persaudaraan. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa politik islam kontemporer mempunyai pengarung yang sangat besar terhadap eksistensi umat islam itu sendiri.
























KESIMPULAN

Gerak tokoh-tokoh islam membentuk berbagai jamaah-jamaah sebagai solusi carut-marutnya kondisi dunia saat ini sedang di uji melalui perbedaan setiap harokah. Jemaah Tabligh, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, dan kaum salaf memiliki ideallisme masing-masing ketika mendirikannya. Kini setiap setiap pergerakan sedang di uji dengan kritik sana-sini, benturan di setiap sudut pergerakan sehingga terujilah siapa yang Lillah.
Idealnya berdakwah tanpa pandang kasta, berdakwah tanpa melihat dari sudut pandang jamaah, tali silaturahmi dan menhilangkan buruk sangka terhadap saudara sesama muslim merupakan hak persaudaraan. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa politik islam kontemporer mempunyai pengarung yang sangat besar terhadap eksistensi umat islam itu sendiri.


















DAFTAR PUSTAKA

Hassan Al Banna, dkk.2005.Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimim 1. Solo:
Era Intermedia

Rahman, Abd. 1993. Manhaj Harokah Kaum Salaf. Surabaya: Risalah Gusti

Yakan, Fathi. 1984. Kearah Kesatuan Gerakan. Kelantan: Pustaka Risalah

http://blog.sunan-ampel.ac.id/gussableng/files/2010/10/Kritik-Salafp.10.ppt


Tidak ada komentar:

Posting Komentar