BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Islam sejak kemunculannya pertama
hingga hari ini telah berumur empat belas abad. Sepanjang rentang waktu itu
islam mengalami pasang surut peradaban. Rasululloh pernah menengarai bahwa umat
islam setidaknya akan mengalami lima periode dalam perjalanannya hingga hari
kiamat nanti.
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas
izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak
mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia
ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia
berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim;
ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya
jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan)
diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.
Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau
kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).
Perkembangan
gerakan Islam kontemporer begitu marak setelah selesainya era perang dunia, hal
ini ditandai dengan dimulainya keterlibatan mereka dalam kebijakan politik dan
pemerintahan negara-negara muslim. Meski tidak semua negara muslim bisa mengakomodasi
sepenuhnya dengan gerakan ini, tetapi beberapa contoh di lapangan seperti
Sudan, Palestina, Turki dan Indonesia menunjukkan bahwa kelangsungan dan
eksistensi gerakan Islam tetap diakui dan dibutuhkan. Namun permasalahan yang
melingkupi gerakan Islam kontemporer juga senantiasa berulang dan seolah tak
pernah habis oleh perkembangan zaman. Karenanya, menjadi kewajiban bagi pemuda
Islam untuk melihat dan mengkaji apa yang sebenarnya di alami oleh gerakan
Islam kontemporer, agar bisa mengambil pelajaran sekaligus solusi yang tepat
untuk menyelesaikanny
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Mengapa
timbul perbedaan gerakan antar tokoh?
2.
Bagaimana
pergerakan tokoh-tokoh islam kontemporer?
3.
Apakah
perbedaan gerakan berdampak pada gerakan islam masa kini?
1.3
Tujuan
Penulisan
1.
Memahami
alasan timbulnya perbedaan gerakan antar tokoh
2.
Memahami
pergerakan tokoh-tokoh islam kontemporer
3. Memahami
dampak perbedaan gerakan pada gerakan islam masa kini
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Gerakan
Tokoh-Tokoh Kontemporer
Kondisi pemerintahan yang semaikin
mengigit menimbulan berbagai aksi dari berbagai elemen masyarakat, pun demikian
dengan agama islam dengan umat islam yang sering mendapatkan hujatan, fitnahan
dari berbagai pihak. Hukum-hukum islam mulai disamarkan, Undang-undang
berlandaskan syari’at islam sedangkan pelaksanaan nya jau sekali dari hal itu.
Perang yang terjadi hari ini bukan lagi
perang fisik bersambut pedang tapi sudah ke perang ideologi. Jahiliyyah hari
ini dalam serangannya terhadap Islam dan para pendakwah menggunakan segala
senjata yang menghancurkan, senjata dalam bentuk pembunuhan, pengurungan,
penyiksaan atau pembuangan. Fitnah, khianat, tashkik usaha untuk timbulkan
keraguan) dan tuduhan dalam berbagai bentuk dan rupa adalah di antara cara-cara
yang dilakukan oleh jahiliyyah moden untuk memukul Islam dan menghapuskna para
pendakwah di setiap tempat.
Propaganda dari gerakan gerakan
zionisma, freemason, komunisma dan missionary Kristian dan gerakan-gerakan lain
yang sudah mempengaruhi bahkan merubah sistem internasional harus menjadi
agenda jihad yang tak bisa terelakan. Keadaan dunia yang dilanda krisis
pengetahuan, idealisme sehingga mengakibatkan umat muslim sendiri kebingungan
mencari jati diri kemuslimannya. Bumi palestina bahkan akan menjadi saksi bahwa
betapa mengigitnya ketika umat islam di zaman mengigit.
Alasan-alasan ini dan lain-lain alasan
membuktikan bahwa perlu terwujudnya
sebuah harakah Islamiyyah ‘Alamiyyah yang mempunyai peringkat persediaan yang
sama dalam pertembungan dengan musuh Islam dan segi pemikiran, organisasi,
perencanaan dan persediaan.
2.2
Studi
Pemikiran pergerakan islam
a.
Kaum Salaf
Kaum salaf beranggapan bahwa mereka
bukanlah orang yang muqallid (bertaklid) dan bukan pula orang yang bodoh dan sombong
pun tidak mengklaim dirinya sebagai orang yang mampu berdiri jauh di seberang
atsar para sahabat, tabi’ien dan para ulama dan pemimpin ummat yang telah
mengemban missi dan menyampaikan agama yang lurus ini dengan penuh kesungguhan
dan keikhlasan, sejak awal kelahiran islam yang terus berlanjut sampai saat
ini. Kaum salaf memiliki prinsip-prinsip gerakan yang fundamental. Yakni :
Pertama; Tauhid, beriman terhadap
Asma(nama-nama) dan sifat-sifat Alloh sesuai dengan kemahasucian dan
Keluhuran-Nya tanpa membuat penafsiran-penafsiran baru, inti dari ketauhidan
kaum salaf adalah menegaskan sikap para ulama salaf yang tetap kokoh mengimani
sifat-sifat dan asma Allah, sebagaimana yang tersurat di dalam kitab Nya dan
perkataan Rasul Nya SAW, baik berupa hadis yang mutawatir maupun aahad (hadis
yang diriwayatkan oleh satu orang atau satu kelompok tertntu) dan dinyatakan
sebagai hadis shaih.
Kedua;
mengesakan Allah dalam beribadat.
Ketiga;
hanya beriman kepada Allah SWT-bukan selain Nya-
b.
Jemaah Tabligh
Dari segi sejarahnya, gerakan Jamaah Tabligh diasaskan oleh
Maulana Muhammad Ilyas (1885-1944). Beliau dilahirkan dan dibesarkan di
Kandhela serta menerima pendidikan awalnya di Kuttab sekitar tahun 1896
bersama-sama abangnya Muhammad Yahya
Faktor utama kemasyhuran Maulana Muhammad Ilyas al-Kandahlawi adalah terletak
kepada gerakan Islam yang diasaskan olehnya iaitu Jamaah Tabligh. Sejarah
kemunculan gerakan ini bermula di Mewat apabila beliau menubuhkan
madrasah-madrasah untuk mendidik orang-orang di situ. Tetapi oleh kerana kurang
sambutan maka dibentuknya sebuah jemaah yang bertugas untuk bertabligh dan
melawat tempat-tempat tertentu selama beberapa hari. Selepas kematian abangnya
iaitu Muhammad Yahya, pusat kegiatannya lalu berpindah ke Masjid Bangle Wali, Nizamuddin,
New Delhi. Semenjak inilah gerakan Jamaah Tabligh terkenal ke seluruh India.
Uslub ini digunakan oleh para pendakwah
secara individu atau secara jamaah dalam satu jamaah tabligh. Jama’ah Tabligh
mewajibkan para pengikutnya mengorbankan waktu tertentu bagi menunaikan
tanggugjawab ini, satu jam dalam seminggu, sehari dalam sebulan atau sebulan
dalam setahun, di mana mereka berdakwah di seluruh watan Islam
Menurut ajaran Maulana Muhammad Ilyas, terdapat prinsip-prinsip ajaran yang
tertentu yang harus dijadikan pegangan asas. Yang pertama sekali ialah prinsip
Iman, atau disebut sebagai kalimah Tayyibah sahaja. Yang dimaksudkan dengan
Kalimah Tayyibah di sini ialah "La ilaha iIlallah, Muhammad
Rasulullah" iaitu tiada Tuhan yang lain melainkan Allah, Muhammad itu
pesuruh Allah. Seseorang itu bukan sahaja harus melafazkannya selalu, malah
perlu memahami pengertian dan falsafah yang terkandung di dalamnya. Dengan
menyebutnya selalu dia bukan sahaja mendapat pahala, bahkan dapat
mengelakkannya dari menyengutukan Allah dan perbuatan-perbuatan mungkar.
c.
Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul
Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat
di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali
Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang
ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di
Palestina.
Hizbul Tahrir percaya
operasi melepaskan umat dan penyakit mereka ialah dengan mengembalikan mereka
percaya kepada kebenaran pemikiran dan hukum-hukum Islam. Caranya ialah dengan
melalui revolusi pemikiran politik yang dapat menghancurkan pemikiran batil dan
hukuman yang safah. Pandangan golongan Islam terhadap Hizbul Tahrir adalah
berbagai ragam. Ada yang meragui tentang asas penubuhan parti tersebut, serta
meragui matlamat dan tujuannya. Di mana mereka menganggap tertubuhnya parti itu
bertujuan untuk mengacau fikiran orang ramai dan meragukan mereka terhadap
gerakan-gerakan Islam yang mendahuluinya, atau sekurang-kurangnya menimbulkan
keraguan tentang peribadi peribadi dalam gerakan-gerakan terdahulu.
d.
Ikhwanul muslimin
Al-Ikhwanul muslimun (ikhwanul muslimin) adalah salah satu jamaah dari umat
Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah
naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan
diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan
yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam
akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan
politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,
Beberapa prinsip yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya saw
yang harus dipegang teguh oleh insan muslim, rumah tangga Islami, masyarakat
Islami, negara dan umat Islam adalah:
1. Rabbaniyah;
segala orientasi individu, sosial atau negara, segala perbuatan, perilaku,
pandangan dan politik harus berkomitmen dengan apa yang diridhai Allah,
mentaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
2. Menjaga
jati diri manusia dari hal-hal yang dapat membuat Allah murka, mulia dari
segala yang rendah, dan berusaha menggapai tingkat kesucian diri (ikhlas).
3. Beriman
pada hari berbangkit, hisab, pembalasan dan siksa.
4. Bangga
dengan ikatan ukhuwah sesama manusia dan melaksanakan hak-haknya.
5. Perhatian
dengan peran wanita dan laki-laki sebagai sekutu yang tidak dapat dipisahkan
dalam membangun masyarakat, komitmen dengan kesempurnaan, persamaan, dan
menegaskan akan pentingnya peran keduanya dalam pembangunan dan kemajuan
masyarakat.
6. Kemerdekaan,
kepemilikan dan musyarakah, hak untuk hidup, bekerja, dan mendapatkan
ketenangan adalah hak mendasar setiap warga, di bawah naungan keadilan,
persamaan dan undang-undang secara adil.
7. Nilai-nilai
dan akhlaq merupakan jaminan ketenangan dan tegas dalam memerangi kemungkaran,
kerusakan dan pengrusakan.
8. Kesatuan
umat merupakan hakikat yang harus diwujudkan dan direalisasikan.
9. Jihad
merupakan jalan satu-satunya bagi umat.
10. Umat
yang berambisi menggapai ridha ilahi dalam perilaku dan perbuatan, politik dan
orientasi, setiap individu bangga dengan ikatan ukhuwah yang dapat menyatukan
dan menyambung tali persaudaraan di antara mereka, berusaha untuk hidup dengan
bebas tidak pengkebirian dan penindasan, pemahaman yang utuh, kesadaran dan
keseriusan dalam merealisasikannya.
2.3
Study
kritis pergerakan islam kontemporer
Setiap pergeraka memiliki
kekhasannya masing-masing
a.
Kaum
Salaf
Kaum salaf
identik dengan kesunnahannya sehingga kaum salaf senantiasa mempertimbangkan
hadist dari hadist yang aahad hingga hadist sahih. Merunut pada prinsip-prinsip
yang telah dikemukakan diatas konsekwensi dimasukkan ibadah dalam kajian teologi kaum salaf melahirkan
tindakan praksis yaitu: pelnggaran mengangkat manusia
(hidup atau mati) sebagai perantara (wasilah) kepada Tuhan, larangan
memberi nazar kepada kuburan atau penghuninya atau penjaganya, dan larangan
ziarah kubur orang saleh dan para nabi. Kaum wahabi atau mereka lebih suka disebut kaum muwahhidin
adalah penerus paham salaf versi madzhab Ahmad bin Hambal, yang sebelumnya
telah dipopulerkan oleh Ibnu Taimiyyah.
Dasar keprihatinan yang mendorong lahirnya aliran ini kalau dilihat dari
pokok ajaranya adalah upaya pemurnian kembali ajaran Islam sebagaimana mestinya
yang diajarkan Rasulullah dengan jargon menegakkan sunnah dan memberantas
bid’ah dan khurafat yang menimpa kaum muslimin yang diindikasikan sebagai sebab
terjadinya kemunduran umat Islam.
Prinsip doktrinnya meliputi
(http://blog.sunan-ampel.ac.id/gussableng/files/2010/10/Kritik-Salafp.10.ppt):
Penyembahan kepada selain Allah adalah salah, dan bagi
pelakunya wajib dibunuh.
Pencarian pengampunan Tuhan dengan mengunjungi makam
orang saleh adalah musyrik.
Penyebutan kata penghormatan dalam salat terhadap nama
nabi (misal kata: sayyidina) adalah musyrik.
Mempelajari dan mengajarkan suatu ilmu yang tidak
bersumber pada al-qur’an dan sunnah atau hanya bersumber akal semata adalah
kufur
Menafsiri al-qur’an melalui cara pena’wilan adalah
kufur karena mengingkari kadar dalam semua perbuatan.
Dilarang memakai buah tasybih dalam berdzikir dan
berdoa (wiridan), cukup menghitung dengan menggunakan keratan jari saja.
Sumber syari’at dalam soal halal dan haram hanya
al-qur’an dan as-sunnah. Perkataan mutakallimin dan fuqaha’ tidak menjadi
pegangan.
Pintu ijtihad terbuka bagi siapapun asal memenuhi
syarat sebagai mujtahid.
Mengingat
dasar keprihatinan doktrinnya yang purifikatif1 itu, maka nilai positif yang diperoleh umat Islam
hanya sebatas normatif dan biasanya tidak tahan menghadapi perubahan karena
pahamnya yang kurang akomodatif dan cenderung eksklusif.
Disamping itu karena doktrin wahabi
ini mengedepankan kemurnian ajaran, maka dalam kiprah dakwahnya mengakibatkan
munculnya potensi konflik internal umat, yang menurut istilah Kang Jalaluddin
Rakhmat akibat dari selalu mendahulukan fiqih daripada akhlak
b.
Jemaah
Tabligh
Di sampaikan oleh beberpa blog
bahwasannya jamaah Tablig memang mempunyai program mulia, yaitu mengajak
muslimin mengadakan perjalanan untuk
berdakwah dan menasehati muslimin lainnya, namun sebagian besar mereka itu
adalah orang awam yg tak memahami ilmu syariah, sehingalangkah baiknya bila
sebelum mereka berdakwah, mereka mempelajari terlebih dahulu dasar dasar ilmu
syariah yg primer, seperti cara shalat yg benar, rukun wudhu, hal hal yg
membatalkan wudhu, dan hal hal dasar lainnya. namun sesekali bukan saya
mengucilkan mereka, keinginan mereka berdakwah merupakan hal yg mulia, jauh lebih
mulia dari masyarakat yg berpangku tangan dan acuh terhadap keadaan muslimin.
c.
Hizbut
tahrir
Hizbut Tahrir
dalam merealisasikan agendanya melalui penguasaan parlemen sehingga mampu
mendirikan Negara Islam. Adapun piranti untuk sampai pada parlemen adalah;
pertama, memusatkan perhatian pada upaya doktrinasi terhadap masyarakat tentang
Islam (al-ihtimam bi al-‘amal al-tsaqafi/tastqif). Pada aspek ini, seperti pernyataan al-Nabhani sendiri
dalamal-Takattul al-Hizby, Hizbut Tahrir jelas mengikrarkan pengabaian terhadap
aspek etika dalam Islam, dan mengedepankan pemikiran dan pengetahuan tentang
peradaban Islam. Kedua, memusatkan perhatian aktivitasnya dalam ranah politik
(al-ihtimam bi al-‘amal al-siyasi). Dalam ranah politik, mereka berusaha sekuat
mungkin untuk meruntuhkan aturan-aturan yang dibuat bukan dari asas islami.
Dalam buku yang bertajuk Manhaj Hizb al-Tahrir, mayoritas Negara yang dihuni
oleh umat Islam sekarang layak disebut Dar al-Kufr, karena mengadopsi
hukum-hukum yang berasal bukan dari asas Islami dan tidak dibawah kontrol
masyarakat Islam, sehingga timbula pemikiran-pemikiran tentang ekslusifisme dan
keterpisahan dalam memahami islam.
d.
Ikhwanul
Muslimin
Gerakan Ikhwan merosot dalam
pertarungan politik walaupun masih kekal kewujudannya
dan segi aqidah dan fikrah. Ujian-ujian yang menimpa gerakan Islam telah
menjadikan sistem-sistem kufur menguasai negeri-negeri kaum Muslimin dan
fahaman marxisma beroperasi merosakan akal dan fikiran manusia. Dengan itu
kawasan negeri Arab yang dulunya mengamalkan kehidupan demokrasi yang
mengizinkan kebebasan berpolitik telah hapus tanpa kembali lagi.
Sistem-sistem
yang wujud di kawasan negeri Arab telah dipakaikan dengan pakaian dendam
kesumat terhadap Islam dan kaum Muslimin. Pertentangan parti-parti politik
bukan lagi sekadar perbincangan dan dialog ideologi tetapi sudah memasuki tahap
pertumpahan darah. Itu semua faktor-faktor yang telah membekukan gerakan Islam
dan menyekat perjalanannya. Berikutnya timbullah fenomena kesempurnaan dan
kerosakan dalam hidup gerakan Islam. Selain daripada itu, kebanyakan harakah
Islamiyyah di beberapa tempat telah surut ke belakang bila berhadapan dengan
gelombang materialisma, yang membolehkan pula kuasa-kuasa Jahiliyyah di negara
kaum Muslimin mengambil tempat dan memudahkan mereka sampai ke mercu kekuasaan.
Kekuasaan yang dirampas itu dipergunakan untuk menyerang Islam secara umumnya
dan untuk memukul gerakan Islam berleluasa sebagaimana yang telah berlaku.
2.4 Kondisi ideal kekinian
Dewasa
ini perbedaan di setiap lini pergerakan menjadi salah satu aspek penyebab
perpecahan ummat. Indonesia memiliki banyak organisasi islam seperti
muhamadiyah, NU dsb. Rasululloh pernah Seperti
yang dilansir oleh Nabi 1400 tahun yang lalu. Diriwayatkan dari Tqausan
r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia
menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang
sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah
menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut
rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’
dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu
ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”.
(Silsilah hadist shahih no.958).
Gerakan yang tujuannya adalah Allah,
kita tidak bisa menyalahkan fakta yang ada karena setiap pergerakan terletak
pada strategi/jalan mencapai tujuan(Allah) kecuali ketika suatu jamaah sudah
keluar dari rel dakwah yang telah ditetapkan, perbedaan itu kepastian, karena
justru disanalah ujian jika kita merasa meliki saudara yang di lain
firqoh/bani. Keadaan umat islam kini belum memiliki bendera yang sama sehingga
hal itu lah yang menimbulkan perpecahan ummat islam. Idealnya berdakwah tanpa
pandang kasta, berdakwah tanpa melihat dari sudut pandang jamaah, tali
silaturahmi dan menhilangkan buruk sangka terhadap saudara sesama muslim
merupakan hak persaudaraan. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa politik
islam kontemporer mempunyai pengarung yang sangat besar terhadap eksistensi
umat islam itu sendiri.
KESIMPULAN
Gerak tokoh-tokoh islam membentuk
berbagai jamaah-jamaah sebagai solusi carut-marutnya kondisi dunia saat ini sedang
di uji melalui perbedaan setiap harokah. Jemaah Tabligh, Hizbut Tahrir,
Ikhwanul Muslimin, dan kaum salaf memiliki ideallisme masing-masing ketika
mendirikannya. Kini setiap setiap pergerakan sedang di uji dengan kritik
sana-sini, benturan di setiap sudut pergerakan sehingga terujilah siapa yang
Lillah.
Idealnya berdakwah
tanpa pandang kasta, berdakwah tanpa melihat dari sudut pandang jamaah, tali
silaturahmi dan menhilangkan buruk sangka terhadap saudara sesama muslim
merupakan hak persaudaraan. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa politik
islam kontemporer mempunyai pengarung yang sangat besar terhadap eksistensi
umat islam itu sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Hassan
Al Banna, dkk.2005.Risalah Pergerakan
Ikhwanul Muslimim 1. Solo:
Era Intermedia
Rahman, Abd. 1993. Manhaj Harokah Kaum Salaf. Surabaya: Risalah Gusti
Yakan, Fathi. 1984. Kearah Kesatuan
Gerakan. Kelantan: Pustaka Risalah
http://blog.sunan-ampel.ac.id/gussableng/files/2010/10/Kritik-Salafp.10.ppt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar