Selasa, 15 Mei 2012

Bekerja, datang keajaiban



kebahagiaan benar-benar menyelimutiku hari ini, padahal belakangan sedang merasa kebingungan dengan agenda rutinitas, tugas, belum lagi kemalasan yang tak kunjung terselesaikan. ternyata kebahagiaan itu datang dari kampung nan dirindukan oleh seluruh perantau, si bungsu ternyata akan dijadikan lengser di acara kenaikan kelas yang diadakan satu tahun sekali, dan adik perempuan sahabat berjilbabku di rumah masuk dalam daftar database honorer, ya walaupun masih honor setidaknya merupakan apresiasi besar untuk nya yang belum satu tahun masa kerja. belum lagi melihat kedua orang tua yang tak ada lagi ribut karena masalah-masalah yang dibesar-besarkan. sadar sekali belum lah tunas ini membuat akarnya kokoh mempuni sehingga ranting-ranting yang lain dapat tumbuh menjadi dahan yang menghasilkan ranting yang lain, namun melihat senyum dan kebaikan mereka, merasakan cinta yang Alloh titipkan pada mereka untuk ku setidaknya membuat dada yang sesak menjadi lega hati yang gundah menjadi cerah dan fikiran yang semerawut menjadi terurut.
terus berfikir hingga ku sadar dengan sebuah buku bergambar mangkuk dengan buah-buahan didalamnya membahas tentang bekerja, maka keajaiban. ketika disini terus menggali ladang pahala Allah maka bukan tidak mungkin Allah tunjukan keajaiban dimanapun tempat yang Allah kehendaki. ingatkah engkau dengan cerita siti hajar yang terus bolak-balik dari syafa menuju marwah padahal dia tau bahwa ini adalah gurun dengan tanah gersang tapi hal itu terus dia lakukan untuk menunjukan kesungguhannya kepada Allah sebagaimana telah ia yakinkan sang suami bahwa" jika ini perintah Allah, Dia tak kan pernah menyianyiakan umatnya" dan subhanalloh keajaiban itu memancar, bukan dari jejak-jejak bekas di berlari melainkan justru muncul dari kaki ismail yang bayi menangis dan menjejak-jejak karena kehausan
semakin disadarkan bahwa seorang hamba yang mencintai Allah tak perlu ragu dengan pengorbanan cinta yang di berikan karena Allah tak akan membuatmu PATAH HATI