Jumat, 23 Desember 2011

BERBURU CINTA LEWAT DOA

Tasikmalaya, dalam acara koperasi 2011
Oleh:Rahmanyysa

Terinspirasi dari buku yang di belikan seorang sahabat.
Buku karangan ust. Yusuf mansyur itu benar-benar membuat saya mengerti tentang kekuatan doa. Buku tersebut sedikit menceritakan tentang seorang pemuda yang sedang bekerja di kantor, tiba-tiba ada telepon dari istrinya “mas barusan ibu telepon katanya mau silaturahim ke rumah, dan ibu lagi butuh uang 2 jt “
Telepon singkat yang membuat muka seorang pemuda bingung “bagaimana bisa dapet uang 2jt” tanpa pkir panjang pemuda itu turun dari lantai 2 untuk pergi bagian keuangan, sesampainya di sana “gak bisa..coba liat kamu sudah banyak cash bon”
Kira-kira seperti ini yang di sampaikan Ust. Yusuf mansyur coba kalo dia tidak langsung turun ke bawah tapi ke kemar mandi ambil air wudhu, shalat dan mengadukan segala nya pada Aloh. Selesai shalat tiba-tiba hp bunyi. Intinya telepon itu ada seorang sahabat lama ternyata dia bisa bantu buat memenuhi uang 2 jt itu. Dengan 1 angkatan telepon saja Aloh bisa berkehendak.
Sahabatku, bukan kah Alloh berfirman, Ayoalah Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu... Astagfiruloh siapa yang telah muniupkan ruh pada jasad, siapakah yang telah mngatur nafas sehingga oksigen dan karbondioksida dalam tubuh itu tidak bertarbakan siapa yang menguasai alam beserta isinya..Bukan kah dia Sang Pemilik kehendak.
Kalo yang ini benar-benar cerita ana ketika melihat hampir semua AdK berjalan sendiri-sendiri padahal dalam satu wajihah, dan ana fikir kemana ruh yang seharusnya sudah saling berkenalan dan perkenalan ruh itu jauh lebih dekat dari jasad. Kala itu langsung menghubungi murrobinya menghubungi alumni-alumni  untuk bisa membantu. Tapi mereka sudah punya kesibukan lain dan murrobi pun tidak setiap hari bisa mndampingi, ya...kesal memang saat itu bahkan an sempat sedikit marah pada murrobinya. Kebingungan tetap berjalan sebagai kebingungan. Sampai jadwal liqo an tiba, sebelum pulang murrobi an bilang “ukhti..insyaalloh anti teteh titipkan pada Alloh” . astagfirulloh darisana an sadar telah mnggantungkan diri pada manusia. Ana bukan orang yang sempurna sehingga harus menuntut orang lain berbuat sempurna. Teringat doa Imam syahid hasan Albanna “ Ya Allah sesungguhnya Engkau maha mengetahui hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah kepada Mu bertemu untuk taat kepedamu, bersatu untuk dakwah dijalan mu...maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Alloh abadikanlah kasih sayangnya...”
Allah tidak pernah ingkar dengan janjinya “...Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku...”(Q.s  albaqarah 186)