Ini adalah kisah seorang perempuan yang memutuskan untuk jomblo sebelum halal. dan kini Euis sedang terjangkit virus HIP (Hasrat Ingin jadi Pengantin) stadium 4. 5 kali sudah sang Euis menjalani proses taaruf dengan berbagai tipe ikhwan. Alasan kegagalannya bervariasi dari mulai kasus ikhwan PHP sampai gak ada restu orang tua.
di proses berakhirnya taaruf yang ke5 dia dirundung pilu. Euis bilang "Gusti, piraku sim abdi teu kabagean bebende hate?" si Euis menangis hebat. Saat itu setan seperti mengamini perilaku Euis setiap Euis bertemu dengan tetangga selalu bertanya "Euis, kapan nikah?". pertanyaan yang sangat tidak mau ia dengar saat itu.
dipuncak kegalauannya Euis mencoba menghibur diri dengan bacaan bacaan ringan sehingga Euis tersadar dan bersujud. Euis berbisik "Mangga ranum jatuh pada saatnya, mobil sampai tujuan pada
saatnya. Allah sudah takdirkan setiap kejadian terjadi di saat yang
tepat. Allah atur pohon dengan segala kehidupannya tanpa ada celah sedikitpun.
Allah atur hidupnya, matinya, bahkan saat pohon membutuhkan air Allah atur
siapa perantaranya. Apalagi manusia, Allah berikan akal dan segala
kesempurnaanya. Tidak mungkin Allah lengah apa lagi meninggalkan. Firaun
seorang yang mengaku dirinya Tuhan, masih Allah atur rizkinya dengan baik,
walaupun Allah murka atas perilakunya. Dia masih Allah berikan istri seorang
wanita syurga sekelas bunda Siti Asiyah"ucap Euis lirih.
sambil terisak Euis berdoa "Allah. Kini aku menangis hebat, aku telah kufur akan
nikmatMu. Nikmat kau beri keluarga, nikmat memlihara anak yatim, nikmat dapat
bersilaturahim dengan keluarga, bahkan banyak nikmat lain yang terlampau banyak
untuk disebutkan satupersatu. Namun yang membuat aku kufur hanya beberapa.
Allah.
Memiliki pasangan hidup adalah ketentuan Mu. Kini aku lemah, lamah
saat berulangkali proses taaruf gagal, dan hampir hilang keyakinanku. Seperti
lupa apa itu mencintai sebelum menikah, lupa mengenali mana itu nafsu atau
cinta saat berta’aruf. Kini malah semakin takut menjalani semuanya. Menjadi
tertuju pada satu, dua nama saja dan seperti tidak ada kesempatan untuk yang
lainnya. Kini aku lupa mana khayalan,
mimpi dan dunia nyata. Hanya bisa menjalani hidup sesuai dengan apa yang ada
didepan mata.
Menjalani semuanya dengan sekedarnya, bahkan sering kali
menggerutu dengan keadaan yang terjadi. Mungkin itu yang membuat belakangan
Ibadah hanya seperti rutinitas. Yah
rasanya benar-benar seperti melayang. Semua berjalan tapi tidak ada pengaruhnya
sama sekali.
Hingga akhirnya tangisan ini pecah, mengadu tanpa tahu apa
yang seharusnya diadukan, menangis tanpa tahu bagiamana yang seharusnya
membuat aku menangis. Yang aku tahu saat
itu aku ingin menangis.
Allah.
Kau maha Mengetahui, matahari tenggelam pada waktunya dan dia telah menuntaskan tugasnya memberikan manfaat kepada manusia sepanjang siang. Euis kagungan Allah, Euis mung hoyong ridho Allah"
Allah berikan kekuatan pada orang-orang yang Dia kehendaki. dan kita harus berdoa menjadi orang yang Allah kehendaki. kini,, Euis tetap menjalani hidup seperti biasanya, yang berbeda hanyalah Euis kini mulai percaya diri untuk berdiri mempertahankan prinsipnya untuk menjadi "jomblo sebelum halal".
semoga Allah perkenankan jodoh yang sholeh untuk Euis dan keturunan yang menentramkan hati kedua orang tuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar