Pernah mendengar iklan ini “Telpon gak pernah, Sms gak
pernah..” ya kira-kira seperti itu kalimat di salah satu iklan perdana seluler.
Iklan itu mengisahkan tentang seorang cewek yang kecewa (kalo bahasa anak
sekarang Galau.. ) karena kekasih hati yang tak kunjung ngasih kabar. Dan
ketika mereka bertemu marah-marah lah si ceweknya hingga akhirnya cowoknya
mencoba untuk mengklarifikasi “gak punya pulsa...”. kalo dimuat difilm judulnya
“cintaku mahal diongkos”.
Sepenggal kisah yang sedang jadi trand anak muda sekarang
yakni tentang kegalauan gak punya pacar, pacarnya gak perhatian sampe seabreg
masalah yang ada hubungannya dengan pacaran, bahkan itu bisa jadi topik tiap
hari mahasiswa yang lagi pada nungguin dosen nya masuk kelas atau anak-anak
sekolah yang lagi pada nungguin bel habis waktu istirahat di lorong-lorong
kelas.
Ayo ngaku..pernah galau karena malam minggu cowoknya gak
bisa ngapel atau mungkin dia lupa ngucapin good night sebelum bobo?
sahabatku... betapa hal itu sangat amat menguras tenaga dan pikiran kita. Berapa banyak kegiatan yang kita tinggalkan karena kita nongkrong di depan hapen nungguin balesan sms yang tak kunjung tiba. Terus kalo udah di bales mau ngapain? Sms lagi? Terus hgalau lagi nungguin dibales?
>>justru itu indahnya pacaran, dan bukannya mencintai adalah fitrah manusia terus apa salahnya?
saya teringat dengan sebuah lirik nasyid, sangat amat membuat berfikir bahwa mencintai itu oke tapi kalo kata peterpan “cobalah mengerti” kalo itu Cuma sedikit dari fase hidup, dan endingnya semua orang hanya punya 2 pillihan ketika itu khusnul khotimah atau su’ul khotimah.
sahabatku... betapa hal itu sangat amat menguras tenaga dan pikiran kita. Berapa banyak kegiatan yang kita tinggalkan karena kita nongkrong di depan hapen nungguin balesan sms yang tak kunjung tiba. Terus kalo udah di bales mau ngapain? Sms lagi? Terus hgalau lagi nungguin dibales?
>>justru itu indahnya pacaran, dan bukannya mencintai adalah fitrah manusia terus apa salahnya?
saya teringat dengan sebuah lirik nasyid, sangat amat membuat berfikir bahwa mencintai itu oke tapi kalo kata peterpan “cobalah mengerti” kalo itu Cuma sedikit dari fase hidup, dan endingnya semua orang hanya punya 2 pillihan ketika itu khusnul khotimah atau su’ul khotimah.
Teringat pada salah satu lirik nasyid miliknya Ma
Puisi Pembuka : Kawan, suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati. Memendam rasa.
Atau suka pada seseorang yang kita kagumi. Namun banyak sekali yang salah
mengekspresikan cinta hingga ia terperdaya dengan cintanya. marilah kita
alihkan energi cinta kita bukan untuk melihat. Bukan hanya untuk memikirkan
bahwa hanya dirinyalah yang terbaik bagi kita. Namun untuk mempersiapkan.
Sehingga jika suatu saat kelak Allah telah berikan kepada kita satu yang tepat
untuk diri kita, kita akan komitmen dengan dirinya.
Sahabatku, para pecinta sejati bukanlah ia yang mengumbar-umbar pesona cintanya. Namun para pecinta adalah ia yang siap komitmen memberikan cintanya hanya untuk yang halal bagi dirinya.
Saudaraku, mari kita bangun cinta hingga cinta kekal sampai surga...
Sahabatku, para pecinta sejati bukanlah ia yang mengumbar-umbar pesona cintanya. Namun para pecinta adalah ia yang siap komitmen memberikan cintanya hanya untuk yang halal bagi dirinya.
Saudaraku, mari kita bangun cinta hingga cinta kekal sampai surga...
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memilikimu
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam 2 x
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memilikimu
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam 2 x
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Berawannya cinta membuat kita semakin mengerti kehadiran
Alloh untuk membuat sebuah cinta mendarat di hati paling tepat menurut Alloh. Akibatnya,
kita akan semakin mengingat Alloh dibanding mengingat kepada siapa kita akan
berlabuh dan itu tenang sekali
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati
mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Q.S Ar Ra’d; 28)
Sahabatku,,, langit telah Alloh ciptakan dengan begitu
indahnya, mari kita buat semaikn indah karena kecintaan kita teramat besar pada
Sang penciptanya. mari kita menjadi salah satu umat yang Rasululloh cintai
karena kita mencintainya.
Mencintai adalah fitrah dan menjaga kehormatan adalah
perintah.
Maaf apabila pembahasannya tidak runtut, maklum baru belajar
menulis,,, namun bagaimanapun tulisan ini harapan terbesar dapat menjadi salah
satu jalan membuat kita mengerti indahnya Alloh mencintai dan bagaiman kita
melindungi diri. Wallohualam... (Rahmanyysa:2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar